Apa Tujuan Hidup Menurut Agama Hindu ?


Om Swastyastu…

Om awighnam astu namo sidham

Om sidhirastu tad astu swaha

Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan ini dan semoga berhasil baik.

 
Gimana kabarnya teman-teman ? semoga baik-baik aja ya...😇
Selalu jaga kesehatan dengan pola makan sehat, pola tidur teratur dan olahraga ya...💪😁
 
Oh iya sebelum masuk ke pembahasan inti, saya mau nanya nih, pernahkah teman-teman bertanya “Apa Sebenarnya Tujuan Hidup Sebagai Umat Hindu ?”
Memperoleh uang yang banyak ?
Memperoleh pekerjaan dan jabatan yang bagus ? atau
Menjadi orang yang berguna bagi manusia lain ? 
 
Kehidupan kita sebagai manusia di dunia tidak akan lepas dari keinginan dan kebutuhan untuk mencapai Kebahagiaan. Namun kerap tidak kita sadari bahwa banyak diantara kita yang tidak mengerti makna kebahagiaan itu sendiri, sehingga banyak manusia yang tidak pernah merasa bersyukur atas kenikmatan yang mereka dapatkan selama ini. Pencapaian kebahagiaan manusia pada dasarnya dibagi menjadi dua, yakni Kebahagiaan Duniawi dan Kebahagiaan Spiritual.

Untuk mencapai hal tersebut Agama Hindu memberikan sebuah konsep tentang pencapaian tersebut yang kita kenal dengan istilah Catur Purusa Artha. Catur Purusa Artha berasal dari akar kata Catur yang berarti Empat, Purusa yang berarti Jiwa, dan Artha yang berarti Tujuan Hidup. Jadi, Catur Purusa Artha adalah empat tujuan hidup manusia. Ajaran Catur Purusa Artha merupakan ajaran yang bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. Di dalam Kitab Brahma Purana, dapat kita jumpai kutipan mengenai Catur Purusa Artha, seperti disebutkan di bawah ini:

Dharma artha kama moksanam sariram sadhanam

Artinya:
Tubuh adalah alat untuk mendapat Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

Kutipan diatas menjelaskan bahwa manusia harus menyadari apa yang menjadi tujuan hidupnya, apa yang harus dicarinya dengan badan yang dimilikinya. Semuanya tak lain adalah Catur Purusa Artha itu sendiri. Berikut adalah bagian-bagian dari Catur Purusa Artha beserta penjelasannya:

 

1.  Dharma

Kata Dharma berasal dari kata dhr yang berarti menjinjing, memelihara, memangku, mengatur. Jadi, dharma  dapat  diartikan  sebagai  sesuatu  yang  mengatur  atau  memelihara  dunia  beserta  semua  makhluk. Sebagai contoh, manusia yang telah memelihara dan mengatur hidupnya untuk mencapai moksa adalah orang-orang  yang  telah  melaksanakan  dharma. Artinya, bahwa kewajiban-kewajiban dari seorang manusia adalah melaksanakan dharma demi mencapai moksa. Segala hal yang memelihara atau mengatur dunia dalam Agama Hindu terkait dengan ajaran-ajaran suci yang bersumber dari Kitab Weda.

Penerapan Dharma dalam kehidupan sehari-hari bisa dipraktekan melalui pelaksanaan kewajiban, Seorang anak yang berbhakti kepada orang tuanya dengan cara menjaga nama baik dan kehormatan keluarga, merawat dan menunjang kehidupan orang tua terutama dihari tua mereka dan membantu menyelesaikan urusan-urusan mereka. Seorang ayah dan ibu yang baik dan hebat untuk anaknya dengan cara mencegah anak berbuat jahat, memberi arahan kepada anak untuk berbuat baik dan memberi bekal ilmu pengetahuan kepada anak dalam menjalani kehidupan.

 

2.  Artha

Artha adalah kekayaan atau harta. Agama Hindu sangatlah memperhatikan kedudukan dan fungsi artha dalam kehidupan. Mencari harta atau kekayaan, bukanlah  sesuatu  yang  dilarang,  justru  itu  merupakan  hal yang dianjurkan asalkan semua itu diperoleh berdasarkan Dharma dan digunakan untuk kepentingan Dharma pula. Dalam Agama Hindu, sebenarnya Artha bukanlah merupakan tujuan tertinggi, melainkan, Moksa. Artha hanyalah merupakan sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam ajaran Agama Hindu berkali-kali ditekankan bahwa harta tidak akan dibawa mati. Yang akan menentukan pahala kita adalah karma (perbuatan) baik dan buruk itu sendiri. Oleh karena itu, harta kekayaan hendaknya disedekahkan, dipakai, dan diabdikan untuk perbuatan Dharma. Hanya dengan cara demikianlah harta tersebut memiliki nilai yang utama.

Contoh memperoleh Artha berdasarkan Dharma yaitu bekerja dengan baik dan tidak bertentangan dengan semua norma, baik agama, hukum, kesusilaan dan sebagainya. Contoh menggunakan Artha untuk kepentingan Dharma yaitu dengan Beryadnya. Setiap umat hindu yang mau melaksanakan Panca Yadnya akan membutuhkan uang atau Artha. Panca Yadnya adalah lima upacara suci yang tulus ikhlas kehadapan Tuhan. Selain itu Artha dapat dipakai untuk memenuhi Kama, contohnya untuk kesenian, olahraga, rekreasi, dan lain sebagainya. Dan Artha juga dapat dipakai untuk mendapatkan harta kembali, contohnya untuk memproduksi atau membeli barang kemudian dijual kembali dengan harga tertentu, berinvestasi saham dan lain sebagainya.

 

3.  Kama

Kama dalam ajaran Agama Hindu berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Kita harus dapat mengontrol indra agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif karena sering sekali indra menjerumuskan manusia ke arah yang negatif jika manusia itu tidak dapat mengendalikan indra itu sendiri. Menurut ajaran Agama Hindu, Kama atau nafsu tidak ada artinya jika  diperoleh  dengan  cara  yang menyimpang  dari  Dharma. Kenikmatan (Kama) hendaknya terletak dalam kemungkinan yang diberikan kepada orang lain untuk  juga  merasakan  kenikmatan.  Jadi,  tidak melakukan pekerjaan yang  bersifat  ingin menguntungkan  diri  sendiri  dalam  memperoleh  harta  dan kenikmatan.

 

4.  Moksa

Moksa merupakan tujuan tertinggi umat Hindu. Moksa memiliki arti, yakni pelepasan atau  kebebasan.  Maksud  dari  kebebasan  di sini  adalah  kebahagiaan  dimana atman (jiwa) dapat  terlepas  dari  pengaruh maya  dan  ikatan  duniawi,  serta  bersatunya  sang  Atman  dengan  Brahman  (Tuhan). Namun kebahagiaan yang tertinggi  tidak  dapat  kita rasakan di kehidupan duniawi ini. Menurut ajaran Agama Hindu, kebahagiaan yang kekal dan abadi hanya didapat dengan persatuan oleh Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)  yang  disebut  dengan  Moksa. Umat manusia harusnya sadar bahwa perjalanan hidup di dunia adalah untuk mencari Ida Sang Hyang Widhi dan bersatu dengan Beliau. Tentu kita  tidak  mengharapkan  kembali  bahwa  kita  akan lahir ke dunia berulang-ulang dan sengsara. Apabila kita masih lahir ke dunia, itu berarti kita belum mencapai kebahagiaan yang tertinggi.

Seperti  layaknya  kita  menyeberangi  Samudera,  tentu  mencapai  Beliau  (Brahman) bukanlah  sesuatu  yang  mudah  untuk  dilakukan. Akan tetapi,  semua  itu  dapat diperoleh jika jalan yang kita tempuh untuk mencapai Beliau adalah dengan jalan Dharma. Semua memang harus berlandaskan Dharma, karena Brahman (Tuhan) adalah kebenaran  itu  sendiri. Sangat mustahil, jika kita mencapai Beliau dengan jalan Adharma.

Tujuan  umat  hindu  sesungguhnya  untuk  mencapai  dan melaksanakan Dharma sebagai pengendali Artha dan Kama yang merupakan sarana untuk  mencapai  kebahagiaan  yang  sesungguhnya,  yakni  mencapai  Ida  Sang  Hyang Widhi Wasa atau Moksa.

 

Tujuan hidup ini berdasarkan konsep Agama Hindu. Mohon maaf apabila ada kata-kata pada tulisan yang tidak berkenan di hati teman-teman. Silahkan tuliskan tanggapan pada kolom komentar di bawah untuk sekedar sharing agar kita bisa tercerahkan soal tujuan hidup khususnya menurut konsep Agama Hindu! 

Terima kasih 😇🙏🏻 

saya akhiri dengan Paramashanti,

Om Shanti, Shanti, Shanti Om…  

"Oh Hyang Widhi, semoga senantiasa damai atas karunia-Mu " 

 

 

Sumber :

Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, 2016, Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan Agama Hindu, Jakarta.
 

 


Komentar