Apa Tujuan Hidup Menurut Agama Hindu ?
Om Swastyastu…
Om awighnam astu namo sidham
Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan ini dan semoga berhasil baik.
Untuk mencapai hal tersebut Agama Hindu memberikan sebuah konsep tentang pencapaian tersebut yang kita kenal dengan istilah Catur Purusa Artha. Catur Purusa Artha berasal dari akar kata Catur yang berarti Empat, Purusa yang berarti Jiwa, dan Artha yang berarti Tujuan Hidup. Jadi, Catur Purusa Artha adalah empat tujuan hidup manusia. Ajaran Catur Purusa Artha merupakan ajaran yang bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. Di dalam Kitab Brahma Purana, dapat kita jumpai kutipan mengenai Catur Purusa Artha, seperti disebutkan di bawah ini:
Dharma artha kama moksanam sariram sadhanam
Artinya:
Tubuh adalah alat
untuk mendapat Dharma, Artha,
Kama, dan Moksa.
Kutipan diatas menjelaskan bahwa manusia harus menyadari apa yang menjadi tujuan hidupnya, apa yang harus dicarinya dengan badan yang dimilikinya. Semuanya tak lain adalah Catur Purusa Artha itu sendiri. Berikut adalah bagian-bagian dari Catur Purusa Artha beserta penjelasannya:
1. Dharma
Kata Dharma berasal dari kata dhr yang berarti menjinjing, memelihara, memangku, mengatur. Jadi, dharma dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengatur atau memelihara dunia beserta semua makhluk. Sebagai contoh, manusia yang telah memelihara dan mengatur hidupnya untuk mencapai moksa adalah orang-orang yang telah melaksanakan dharma. Artinya, bahwa kewajiban-kewajiban dari seorang manusia adalah melaksanakan dharma demi mencapai moksa. Segala hal yang memelihara atau mengatur dunia dalam Agama Hindu terkait dengan ajaran-ajaran suci yang bersumber dari Kitab Weda.
Penerapan Dharma dalam kehidupan sehari-hari bisa dipraktekan melalui pelaksanaan kewajiban, Seorang anak yang berbhakti kepada orang tuanya dengan cara menjaga nama baik dan kehormatan keluarga, merawat dan menunjang kehidupan orang tua terutama dihari tua mereka dan membantu menyelesaikan urusan-urusan mereka. Seorang ayah dan ibu yang baik dan hebat untuk anaknya dengan cara mencegah anak berbuat jahat, memberi arahan kepada anak untuk berbuat baik dan memberi bekal ilmu pengetahuan kepada anak dalam menjalani kehidupan.
2. Artha
Artha adalah kekayaan atau harta. Agama Hindu sangatlah memperhatikan kedudukan dan fungsi artha dalam kehidupan. Mencari harta atau kekayaan, bukanlah sesuatu yang dilarang, justru itu merupakan hal yang dianjurkan asalkan semua itu diperoleh berdasarkan Dharma dan digunakan untuk kepentingan Dharma pula. Dalam Agama Hindu, sebenarnya Artha bukanlah merupakan tujuan tertinggi, melainkan, Moksa. Artha hanyalah merupakan sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam ajaran Agama Hindu berkali-kali ditekankan bahwa harta tidak akan dibawa mati. Yang akan menentukan pahala kita adalah karma (perbuatan) baik dan buruk itu sendiri. Oleh karena itu, harta kekayaan hendaknya disedekahkan, dipakai, dan diabdikan untuk perbuatan Dharma. Hanya dengan cara demikianlah harta tersebut memiliki nilai yang utama.
Contoh memperoleh Artha berdasarkan Dharma yaitu bekerja dengan baik dan tidak bertentangan dengan semua norma, baik agama, hukum, kesusilaan dan sebagainya. Contoh menggunakan Artha untuk kepentingan Dharma yaitu dengan Beryadnya. Setiap umat hindu yang mau melaksanakan Panca Yadnya akan membutuhkan uang atau Artha. Panca Yadnya adalah lima upacara suci yang tulus ikhlas kehadapan Tuhan. Selain itu Artha dapat dipakai untuk memenuhi Kama, contohnya untuk kesenian, olahraga, rekreasi, dan lain sebagainya. Dan Artha juga dapat dipakai untuk mendapatkan harta kembali, contohnya untuk memproduksi atau membeli barang kemudian dijual kembali dengan harga tertentu, berinvestasi saham dan lain sebagainya.
3. Kama
Kama dalam ajaran Agama Hindu berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Kita harus dapat mengontrol indra agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif karena sering sekali indra menjerumuskan manusia ke arah yang negatif jika manusia itu tidak dapat mengendalikan indra itu sendiri. Menurut ajaran Agama Hindu, Kama atau nafsu tidak ada artinya jika diperoleh dengan cara yang menyimpang dari Dharma. Kenikmatan (Kama) hendaknya terletak dalam kemungkinan yang diberikan kepada orang lain untuk juga merasakan kenikmatan. Jadi, tidak melakukan pekerjaan yang bersifat ingin menguntungkan diri sendiri dalam memperoleh harta dan kenikmatan.
4. Moksa
Moksa merupakan tujuan tertinggi umat Hindu. Moksa memiliki arti, yakni pelepasan atau kebebasan. Maksud dari kebebasan di sini adalah kebahagiaan dimana atman (jiwa) dapat terlepas dari pengaruh maya dan ikatan duniawi, serta bersatunya sang Atman dengan Brahman (Tuhan). Namun kebahagiaan yang tertinggi tidak dapat kita rasakan di kehidupan duniawi ini. Menurut ajaran Agama Hindu, kebahagiaan yang kekal dan abadi hanya didapat dengan persatuan oleh Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) yang disebut dengan Moksa. Umat manusia harusnya sadar bahwa perjalanan hidup di dunia adalah untuk mencari Ida Sang Hyang Widhi dan bersatu dengan Beliau. Tentu kita tidak mengharapkan kembali bahwa kita akan lahir ke dunia berulang-ulang dan sengsara. Apabila kita masih lahir ke dunia, itu berarti kita belum mencapai kebahagiaan yang tertinggi.
Seperti layaknya kita menyeberangi Samudera, tentu mencapai Beliau (Brahman) bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, semua itu dapat diperoleh jika jalan yang kita tempuh untuk mencapai Beliau adalah dengan jalan Dharma. Semua memang harus berlandaskan Dharma, karena Brahman (Tuhan) adalah kebenaran itu sendiri. Sangat mustahil, jika kita mencapai Beliau dengan jalan Adharma.
Tujuan umat hindu sesungguhnya untuk mencapai dan melaksanakan Dharma sebagai pengendali Artha dan Kama yang merupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya, yakni mencapai Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Moksa.
Tujuan hidup ini berdasarkan konsep Agama Hindu. Mohon maaf apabila ada kata-kata pada tulisan yang tidak berkenan di hati teman-teman. Silahkan tuliskan tanggapan pada kolom komentar di bawah untuk sekedar sharing agar kita bisa tercerahkan soal tujuan hidup khususnya menurut konsep Agama Hindu!
Terima kasih 😇🙏🏻
saya akhiri dengan Paramashanti,
Om Shanti, Shanti, Shanti Om…"Oh Hyang Widhi, semoga senantiasa damai atas karunia-Mu "
Sumber :

Komentar
Posting Komentar